jangan investasi saham dulu

Jangan Investasi Saham Dulu – Khusus Untuk Kamu

Lifestyle Artikel Pedoman Awal Memulai Bisnis Online

Semakin banyak orang mulai melirik dunia investasi saham (Dance Ardhya belum kan membahas mengenai Jangan Trading Saham dulu). Namun bukan berarti tidak boleh atau tidak disarankan. Investasi saham memang bagus dan tepat, tapi bukan untuk kamu saat ini. Lengkapnya baca sedikit di bawah yah.

Jangan Investasi Saham Dulu

Rumus untuk menambah kekayaan bagi banyak orang adalah dengan Multiple Source of Income. Namun langkah awal sebenarnya bukan lah Multiple Source o Income dulu, namun Multiple Source of Sedekah dulu. Tapi saya juga belum akan bahas Multiple Source of Sedekah, kita akan bahas yang orang awam di seluruh dunia tahu, yaitu Multiple Source of Income.

Nah salah satu cara memiliki multiple source of income adalah Investasi Saham atau Trading Saham. Kali ini masih membahas yang investasi saham dulu.

Dance Dirgantara akan katakan secara tegas kepada kamu, jangan investasi saham dulu. Jangan dulu lakukan itu. Namun jika sudah kamu lakukan, ga apa apa, bagus. Pertahankan, dan segera lakukan hal di bawah ini.

Namun sebelumnya, kenapa jangan investasi saham dulu?

Gampang nya adalah membeli emas. Ketika kita membali emas, nilai emas akan naik. Semua orang termasuk kamu pun tahu bahwa emas akan terus naik. Sehingga membeli emas akan untung.

tapi untuk mendapatkan keuntungan nya, kita harus menjual emas itu terlebih dahulu

Artinya beli emas sama dengan simpan harta, dan tidak bisa dinikmati.

Nah ada juga deposito. Ketika melakukan deposito, maka kita akan dapatkan manfaatnya setiap bulan atau setiap tahun, dan bisa kita nikmati, namun hasilnya pasti sedikit, terutama bagi kamu saat ini. Contoh deposito Rp1.000.000 setiap bulan, maka dalam 1 tahun akan menjadi Rp12.000.000 lebih sedikit. Jika bagi hasil deposito nya 10% per tahun, maka keuntungan nya sekitar Rp1.200.000 per tahun. Wowww ini nilai yang besar apalagi jika terus ditambahkan setiap bulan nilai deposito nya.

Namun angka Rp1.200.000 per tahun, jika dijadikan per bulan hanyalah Rp120.000. Ini pun jika kamu ambil terus setiap bulan nya maka nilai deposito nya akan lambat untuk tumbuh. Nah berbicara tumbuh, artinya, butuh waktu lama untuk kamu nikmati hasilnya.

Kamu boleh lakukan hal tersebut di atas, namun pastikan hanya setelah kamu lakukan hal di bawah ini.

Investasi yang pertama kali kamu harus lakukan adalah diriĀ  kamu terlebih dahulu. Kemudian investasi yang kedua yang harus kamu lakukan adalah karyawan. Nah kamu harus mulai berinvestasi di karyawan. Saya potong dulu pembicaraan kita ini.

Multiple Source of Income kamu yang kedua (yang pertama tentu saja dari bekerja untuk orang lain), adalah dari trading atau berdagang. Atau jual beli. Ini dulu hal pertama yang harus kamu lakukan. Karir Multiple Source of Income nya mulai dari jual beli dulu.

Kenapa harus jual beli dulu?

Rata rata keuntungan jual beli adalah 10%. Bukan 10% per tahun, namun anggap saja 10% per bulan. Ini jauh lebih besar dari deposito, dari emas, juga dari saham. Karena kalo saham naik turun dan beresiko, sesuai perkembangan situasi. Kalo berdagang, keuntungan 10% ini yah sudah 10% terus, bahkan bisa lebih besar jika tahu barang mana yang memberikan keuntungan lebih dari 10%. Tapi kita fokus pada keuntungan 10% dulu. Juga pada investasi karyawan.

Saya persingkat saja pembicaraan nya.

Yaitu mulailah berjualan di Marketplace dengan modal Rp1.000.000 dan modal menggaji karyawan dengan modal Rp500.000 dulu. Nilai investasi anda Total hanya Rp1.500.000 dengan nilai resiko hanya Rp500.000 per bulan. Namun jika anda paham Multiple Source of Sedekah. Maka kerugian Rp500.000 untuk karyawan ini akan menjadi keuntungan minimal 10 kali lipat setiap bulan nya.

Anggap saja kita membeli mainan anak anak dengan modal Rp1.000.000 lalu jual di marketplace dan bayar karyawan Rp500.000 setiap bulan untuk mengelola nya. Mainan anak anak tidak akan kadaluarsa. Mainan apapun pasti akan dibeli oleh calon pelanggan kamu di seluruh Indonesia.

Nah jika kamu tahu cara menang di marketplace, maka kamu bisa menjual Rp1.000.000 tersebut dalam hitungan 1 hari. Anggap saja kamu menjual Rp1.000.000 itu dalam waktu 1 minggu. Maka total omset kamu dalam sebulan Rp4.000.000. Jika profit awal kamu hanya 5%, maka keuntungan kamu sebesar Rp200.000. Disaat yang sama kamu harus bayar gaji karyawan Rp500.000. Aritnya kamu rugi Rp300.000.

Nah ini baru di bulan pertama. Semakin lama kamu berjualan, kamu akan semakin paham caranya, sehingga keuntungan kamu akan menjadi 10% dengan mudah. Dan omset bisa kamu dapatkan hingga Rp10.000.000 dengan mudah juga dalam sebulan. Omset Rp10.000.000 sebulan artinya keuntungan kamu adalah Rp1.000.000, dan pengeluaran gaji karyawan kamu Rp500.000, sehingga keuntungan kamu yang bisa kamu nikmati adalah Rp500.000 setiap bulan.

Nah ini menjadi Multiple Source of Income kamu sekaligus Multiple Source of Sedekah kamu.

Source of Income pertama dari gaji. Source of income kedua dari berjualan mainan di marketplace. Source of income ketiga dari berjualan produk lainnya di marketplace dan tetap harus bayar gaji karyawan juga untuk produk lainnya. Jadi kamu nanti punya 2 karyawan. dan 3 Source of Income.

Lalu bagaimana cara menang berdagang di marketplace? Rahasianya adalah: pemenang di marketplace bukan ditentukan oleh marketing namun ditentukan oleh seorang programer. Nanti insyaAllah akan kita bahas.

Berjualan di marketplace tidak akan rugi, selama produk nya tidak ada kadaluarsa. Dan barang apapun yang kamu jual dijamin pasti laku selama kamu tau siapa programernya.

Jadi, jangan investasi saham dulu, tapi mulai berjualan di marketplace dan investasi pada karyawan kamu minimal dengan Rp500.000 per bulan untuk karyawan dan Rp1.000.000 untuk produk.

Itulah karir pertama yang kamu harus lakukan untuk mendapatkan Multiple Source of Income milyaran rupiah.

Dance Dirgantara singing off.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *